• header
  • header
  • smk bsu foto

SELAMAT DATANG DI SMK BINA SISWA UTAMA | INFO PENDAFTARAN SISWA BARU TAHUN PELAJARAN 2017/2018 hub. 08561482233

Pencarian

Kontak Kami


SMK BINA SISWA UTAMA BEKASI

NPSN : 20223124

Jl.Aster Raya No.15, perumahan Harapan Baru Bekasi Barat 17133


info@binasiswautama.sch.id

TLP : (021) 88957280 / 889


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pandangan kamu tentang SMK Bina Siswa Utama ?
Sangat Mengesankan
Kemajuan yang mengesankan
Nyaman dan Baik Bagi Kami
Tidak terlalu baik untuk kami
Buruk untuk kami
  Lihat

Statistik


Total Hits : 96512
Pengunjung : 20025
Hari ini : 12
Hits hari ini : 50
Member Online : 233
IP : 54.221.93.187
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

KEIKUT SERTAAN SEMINAR KNIT - 2




Peran Digital Megatrends dalam berbagai macam aspek Keilmuan


 


Seminar ini merupakan yang kedua kalinya diikuti oleh SMK BINA SISWA UTAMA, untuk kali ini konferensinya membahas tentang perkembangan DIGITAL MEGATRENDS dalam penggunaannya di era modern seperti ini.


 


Apa sih megatrends itu ?


     megatren pada devinisinya tidak berbeda jauh dengan tren. jika tren cenderung lebih cepat berkembang dan booming maka megatren lebih lambat perkembangannya. megatrend digambarkan sebagai perubahan besar di bidang sosial, ekonomi, politik dan teknologi yang lebih lambat terbentuknya dan pada saat perubahan tersebut mempengaruhi kita secara lambat.


      Media sosial atau seringkali dakrab dengan panggilan sosmed. pada saat ini orang-orang baik dari berbagai kalangan dan usia pastilah memiliki akun sosmed seperti facebook, twitter, path, instagram, bbm, whatsapp dan lain sebagainya. mungkin perkembangan sosmed pada saat ini lebih cepat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya namun tanpa kita sadari sebenarnya sosmed-sosmed yang saat ini merupakan perkembangan dari sosmed-sosmed yang sebelumnya ada dan baru terasa akibatnya pada saat ini.


 


1. Demographic shifts



     Pergeseran demografi benar-benar akan mewarnai dunia di masa depan. Akan ada negara-negara yang mengalami ledakan pertumbuhan penduduk, tetapi pada saat yang sama ada negara-negara yang mengalami penurunan populasi. Beberapa negara memiliki populasi anak muda yang terus meningkat, sumber tenaga kerja dan konsumen yang menjanjikan. Namun, di sisi lain, secara keseluruhan terdapat populasi global yang kian menua, yang ditandai de­ngan meningkatnya proporsi penduduk yang berusia 60 tahun ke atas. Tahun 2050, sekitar 21% populasi dunia akan berusia 60 tahun ke atas.


2. Technological Breakthrough



    Berbagai lompatan teknologi dalam R&D, mulai dari teknologi nano hingga robotic, membuka banyak peluang baru bagi bisnis dan individu. Hal ini memungkinkan industri baru muncul dengan cepat, membawa implikasi besar terhadap ukuran dan bentuk perusahaan manufaktur dan teknologi tinggi. Modal akan mengikuti inovasi, di mana banyak penyedia modal terus mencari peluang pembiayaan di seluruh dunia.
    Dalam banyak hal, perkembangan teknologi yang berbeda akan saling memperkuat. Sebagai contoh, kemajuan dalam teknologi nano akan membantu pemenuhan kemampuan penghitungan mesin komputer untuk mendukung kecerdasan buatan (artificial intelligence). Penyebarluasan komunikasi mobile sangat menguntungkan inovasi dalam setiap bidang sehingga bisa dinikmati oleh setiap orang di dunia bilamana mereka membutuhkan. Semuanya ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi hingga akhir dekade mendatang.


3. Resource Scarcity & Climate Change


    Dengan populasi 8,3 miliar sebelum tahun 2030, dunia membutuhkan 50% energi lebih banyak, 40% air lebih banyak, dan 35% makanan lebih banyak daripada saat ini. Diperkirakan emisi karbon akibat pembakaran fosil – minyak, gas, dan batubara – naik 16% dari saat ini hingga 2030. Pada periode yang sama, rata-rata suhu global akan me­ningkat 0,5 – 1,5 derajat Celcius (kenaikan itu di atas dari 0,5 derajat Celcius kenaikan suhu yang sudah terjadi dalam 20 tahun terakhir).


4. Accelerating Urbanisations


    Saat ini, hampir separuh dari penduduk dunia tinggal di kota. Sekedar gambaran, 60 tahun silam sekitar tahun 50-an, sebagian besar penduduk tinggal di pedesaan, hanya 30% penduduk yang tinggal di perkotaan. Urbanisasi cepat yang terjadi dalam dekade terakhir baru tahap awal dari peningkatan cepat urbanisasi. Sebelum 2030, populasi yang tinggal di perkotaan akan meningkat menjadi 60%.


5. Shift in Global Economic Power


   Dalam beberapa tahun terakhir, keseimbangan ekonomi global telah bergeser dari negara maju ke negara yang sedang berkembang. Dengan berlanjutnya trend ini, jelas berdampak kepada peluang pertumbuhan perusahaan di dunia – dan di mana harus berinvestasi untuk mengkapitalisasi peluang-pe­luang tersebut. Tahun 2009, total GDP dari Negara E7 (China, India, Rusia, Brazil, Indonesia, Mexico, dan Turki) baru 2/3 dari GDP negara-negara maju G7 (AS, Jepang, Jerman, Inggris, Perancis, Kanada). Akan tetapi sebelum 2050, agregat GDP Negara E7 hampir dua kali lipat dari GDP negara G7 (US$138.2 triliun vs. US$69.3 triliun).



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :

 

Komentar :


   Kembali ke Atas